Bab 8
Employee Experience
Learning Objectives
- Memahami konsep Employee Experience (EX) dan cakupannya dalam Human Resource.
- Membedakan Employee Experience dengan Employee Engagement.
- Memahami konsep employee journey dan touchpoint dalam perjalanan karyawan.
- Mengenal pilar-pilar utama yang membentuk Employee Experience.
- Mengetahui cara mengukur dan meningkatkan Employee Experience di perusahaan.
8.1 Apa itu Employee Experience?
Employee Experience (EX) adalah keseluruhan persepsi dan perasaan yang dimiliki karyawan terhadap perusahaan, berdasarkan seluruh interaksi yang mereka alami sepanjang perjalanan bekerja, mulai dari sebelum bergabung hingga setelah meninggalkan perusahaan. Konsep ini meminjam prinsip dari customer experience (CX) dalam dunia bisnis.
Employee Experience berbeda dari kepuasan kerja semata. Kepuasan kerja cenderung mengukur perasaan karyawan pada satu titik waktu tertentu, sedangkan Employee Experience melihat keseluruhan rangkaian pengalaman sepanjang perjalanan karyawan.
8.2 Employee Experience vs Employee Engagement
| Aspek | Employee Experience (EX) | Employee Engagement (EE) |
|---|---|---|
| Definisi | Keseluruhan persepsi karyawan terhadap perjalanan bekerja. | Tingkat keterlibatan emosional terhadap pekerjaan. |
| Sifat | Struktural, dirancang perusahaan. | Hasil, outcome dari experience. |
| Fokus | Desain sistem dan lingkungan kerja. | Motivasi dan hubungan emosional. |
8.3 Employee Journey & Touchpoint
Employee Journey adalah keseluruhan perjalanan yang dilalui seorang karyawan sejak pertama kali mengenal perusahaan hingga masa setelah meninggalkan perusahaan. Setiap titik interaksi disebut touchpoint.
Sebuah perusahaan menerima banyak keluhan dari karyawan baru mengenai proses onboarding yang membingungkan. Setelah melakukan employee journey mapping, HR menemukan bahwa masalah utama terletak pada touchpoint "hari pertama kerja".
8.4 Pilar Employee Experience
Cultural Environment sering dianggap sebagai pilar yang paling berpengaruh, karena aspek fisik dan digital yang baik tidak akan banyak berarti jika karyawan merasa tidak dihargai.
8.5 Mengukur dan Meningkatkan Employee Experience
| Metode | Penjelasan |
|---|---|
| Employee Journey Survey | Survei di titik touchpoint tertentu. |
| eNPS | Kemungkinan karyawan merekomendasikan perusahaan. |
| Focus Group Discussion | Diskusi kelompok memahami pengalaman karyawan. |
| Exit Interview | Wawancara karyawan yang akan atau telah keluar. |
Ringkasan
Employee Experience mencakup seluruh touchpoint sejak sebelum bergabung hingga setelah meninggalkan perusahaan, dibangun oleh tiga pilar utama: Physical, Digital, dan Cultural Environment.
Satu pengalaman buruk pada satu touchpoint dapat menghapus kesan positif yang telah dibangun pada touchpoint lainnya. Employee Experience yang baik lahir dari konsistensi.