Bab 2
Struktur Organisasi Human Resource
Learning Objectives
- Memahami bagaimana struktur organisasi Human Resource dalam perusahaan.
- Menjelaskan perbedaan peran HR Generalist, HR Specialist, dan HR Business Partner.
- Mengenal berbagai posisi yang terdapat dalam divisi Human Resource.
- Memahami jalur karier (career path) di bidang Human Resource.
- Menentukan bidang spesialisasi HR yang sesuai dengan minat dan tujuan karier.
2.1 Struktur Organisasi Human Resource
Setiap perusahaan memiliki struktur organisasi Human Resource yang berbeda-beda, tergantung pada ukuran perusahaan, jumlah karyawan, tahap pertumbuhan bisnis, serta kompleksitas kebutuhan organisasi. Tidak ada satu struktur HR yang "benar" untuk semua perusahaan, struktur ini justru harus menyesuaikan konteks bisnis yang dilayaninya.
Pada perusahaan kecil atau startup tahap awal, seluruh fungsi HR sering kali dikelola oleh satu atau dua orang generalist, bahkan terkadang dirangkap oleh founder atau manajer operasional. Begitu perusahaan bertumbuh, kebutuhan akan spesialisasi mulai muncul. Perusahaan berskala menengah hingga besar biasanya memiliki divisi HR yang terbagi menjadi beberapa fungsi spesialis, masing-masing dipimpin oleh seorang manajer atau lead yang melapor kepada HR Director atau Chief Human Resources Officer (CHRO).
Tidak semua perusahaan memiliki seluruh posisi di atas. Startup atau perusahaan dengan jumlah karyawan yang masih sedikit biasanya menggabungkan beberapa fungsi HR ke dalam satu posisi, misalnya HR Generalist.
2.2 HR Generalist
HR Generalist adalah profesional Human Resource yang menangani berbagai fungsi HR secara menyeluruh, alih-alih berfokus pada satu bidang spesifik. Posisi ini umumnya ditemukan pada perusahaan kecil hingga menengah, namun juga tetap dibutuhkan di perusahaan besar sebagai penghubung antara kebijakan HR pusat dengan operasional di lapangan.
Tanggung Jawab HR Generalist
- Melakukan proses rekrutmen dan seleksi.
- Mengelola administrasi kepegawaian.
- Menyusun kontrak kerja.
- Mengelola absensi dan cuti.
- Mendukung proses onboarding karyawan.
- Menjadi penghubung antara karyawan dan manajemen.
Menjadi HR Generalist memiliki tantangan tersendiri. Karena harus menangani banyak fungsi sekaligus, kedalaman pengetahuan pada satu bidang tertentu cenderung tidak sedalam seorang spesialis.
2.3 HR Specialist
Berbeda dengan HR Generalist, HR Specialist berfokus pada satu bidang tertentu dalam Human Resource sehingga memiliki keahlian yang lebih mendalam pada bidang tersebut.
| Spesialisasi | Fokus Pekerjaan |
|---|---|
| Talent Acquisition | Rekrutmen, sourcing kandidat, employer branding, dan proses seleksi. |
| Learning & Development | Pelatihan, pengembangan kompetensi, career development, succession planning. |
| Compensation & Benefits | Struktur gaji, payroll, benefit, bonus, dan reward. |
| HR Operations | Administrasi kepegawaian, HRIS, absensi, kontrak kerja, data karyawan. |
| Industrial Relations | Hubungan industrial, penyelesaian konflik, kepatuhan regulasi. |
| People Analytics | Pengolahan data SDM menjadi insight pendukung keputusan. |
| Employer Branding | Membangun citra perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik. |
2.4 HR Business Partner (HRBP)
HR Business Partner (HRBP) merupakan peran strategis yang bertugas menjembatani kebutuhan bisnis dengan strategi pengelolaan sumber daya manusia. HRBP beroperasi pada level yang lebih strategis, mereka duduk bersama pimpinan divisi bisnis untuk merancang bagaimana strategi SDM dapat mendukung pencapaian target bisnis.
Peran HR Business Partner
- Memahami strategi dan kebutuhan bisnis dari divisi yang didampinginya.
- Memberikan rekomendasi terkait pengelolaan talenta dan retensi talenta kunci.
- Mendukung perencanaan tenaga kerja sesuai proyeksi pertumbuhan bisnis.
- Membantu manajer dalam pengembangan tim, termasuk coaching untuk manajer baru.
- Menjadi konsultan internal bagi pimpinan divisi terkait isu-isu SDM yang kompleks.
2.5 Jenjang Karier Human Resource
Karier di bidang Human Resource menawarkan berbagai jalur pengembangan, baik sebagai generalist maupun specialist. Perjalanan karier ini umumnya tidak linear.
| Level | Posisi |
|---|---|
| Entry Level | HR Intern, HR Staff, Recruitment Staff |
| Junior Level | HR Officer, Talent Acquisition Officer, L&D Officer |
| Mid Level | HR Generalist, HR Specialist, Senior Recruiter |
| Senior Level | HR Supervisor, HR Manager, HR Business Partner |
| Executive Level | HR Director, Chief Human Resources Officer (CHRO) |
Jika masih berada di awal karier, mulailah dengan memahami seluruh fungsi Human Resource sebagai bekal. Tidak perlu terburu-buru menentukan spesialisasi di awal karier, pengalaman generalist selama satu hingga dua tahun pertama justru sering menjadi bekal berharga.
Ringkasan
Struktur organisasi Human Resource dapat berbeda di setiap perusahaan, tergantung ukuran dan kompleksitas bisnisnya. Dalam praktiknya, seorang profesional HR dapat berperan sebagai HR Generalist, HR Specialist, atau HR Business Partner.
Banyak profesional HR memulai karier sebagai HR Generalist karena posisi ini memberikan pengalaman yang luas. Tidak ada jalur karier yang lebih baik dari yang lain, pilihan terbaik adalah yang sesuai dengan minat, kekuatan, dan tujuan profesional Anda.